Kamis, 07 April 2011

Tugas MOP

Ambillah salah satu dari soal MID beserta jawabannya dan kirim ke blog masing-masing !

1. Tulislah salah satu dari kedua jurnal tersebut (jurnal penerimaan kas atau jurnal penjualan) sebanyak 3 kali selama bulan april 2011 !
jawab : 3 Transaksi jurnal penerimaan kas
  1. 1 april 2011: diterima dari Fa. Anda pelunasan utangnya sebesar 6.000.000,00. dengan no bukti 001
  2. 3 april 2011 : dijual secara tunai sejumlah barang dagang senilai Rp 8.500.000 dengan no bukti 002
  3. 4 april 2011 : diterima pembayaran faktur dengan no bukti 003 dari toko smile sebesar 3.500.000,00

Rabu, 09 Maret 2011

TUGAS MOP

                               TUGAS MENGELOLA ORDER PENJUALAN 
                                                     


1. Order penjualan adalah suatu dokumen untuk mengeluarkan barang dari dalam gudang,
                                         yang dipesan oleh para pelanggan.

2. 1. Bagian order penjualan
          berfungsi sebagai pencari order(pesanan) dan pengelola order penjualan.
    
    2. Bagian gudang
         Fungsi bagian gudang meliputi penyimpanan barang, penyediaan barang yang dipesan pelanggan
        penyerahan barang kepada bagian pengiriman dan pencatatan kuantitas setiap jenis barang
        dalam kartu gudang.

     3. Bagian Pengiriman Barang         
          Bagian Pengiriman barang sebagai sub-bagian dari bagian penjualan.
        Fungsi bagian ini meliputi pembungkusan barang yang diterima dari bagian gudang, dan penyerahan       
        kepada pembeli.

     4. Bagian Penagihan
          berfungsi sebagai sub-Bagian dari bagian penjualan.
        Fungsi bagian ini meliputi pembuat faktur dan pendistribusian faktur kepada pembeli, bagian kartu
        sediaan, bagian kartu piutang, bagian jurnal, dan buku besar serta  bagian terkait lainnya.

     5. Bagian Kredit
           bagian kredit merupakan sub-bagian dari keuangan,
        berfungsi sebagai pemberi otorisasi(pengesahan) untuk dilakukan transaksi penjualan kredit.
        kegiatan tersebut perlu dilakukan untuk menghindari timbulnya kredit macet sehingga merugikan
        perusahaan.
 
     6. Bagian Kasa
          Bagian kasa berfungsi sebagai penerima pembayaran dari pembeli untuk harga barang sesuai dengan
        jumlah yang tercantum dalam faktur penjualan tunai.

     7. Bagian Piutang 
          Bagian piutang sebagai sub-bagian dari Bagian Akuntansi,
         berfungsi sebagai pencatat mutasi piutang yang timbul dari transaksi penjualan barang secara kredit
         dan sebagai pembuat surat pernyataan piutang yang disampaikan kepada debitor .

     8. Bagian Kartu Sediaan 
          Sebagai sub-Bagian dari Bagian Akuntansi,
         berfungsi sebagai pencatat harga pokok setiap jenis atau kelompok barang dalam kartu sediaan
         yang bersangkutan.

      9. Bagian Jurnal dan Buku Besar
           Bagian jurnal dan buku besar berfungsi sebagai pencatat transaksi penjualan dalam Buku jurnal
          dan buku besar untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan pada akhir periode.
 
 3. TRANSAKSI PENERIMAAN KAS
       1. 3 maret : diterima dari Fa. Anda pelunasan utangnya sebesar 6.000.000,00. dengan no bukti 001
       2. 6 maret : dijual secara tunai sejumlah barang dagang senilai Rp 8.500.000 dengan no bukti 002
       3. 8 maret : diterima pembayaran faktur dengan no bukti 003 dari toko smile sebesar 3.500.000,00
       4. 12 maret  : dijual barang dagangan kepada toko Abadi Rp 11.000.000 dengan no bukti 004.
       5. 15 maret  : dijual sejumlah barang dagangan kepada UD. terang dengan no faktur 005 sebesar
                             Rp 5.500.000

     TRANSAKSI PENJUALAN
       1. 18 maret : dijual barang dagangan secara kredit kepada toko sentosa senilai Rp 3.000.000 dengan
                            no faktur 006.
       2. 20 maret : dijual barang dagangan secara kredit kepada Toko Sejahtera dengan no faktur 007
                            sebesar Rp 12.000.000 dengan no faktur 2/10,n/30.
       3. 22 maret : dijual barang dagangan secara kredit kepada UD. Dina dengan no faktur 008 sebesar
                            Rp 4.500.000
       4. 26 maret : dikirimkan faktur no 009 beserta barang dagangan kepada Toko Bintang senilai
                            Rp 8.000.000
       5. 28 maret : dijual barang dagang secara kredit kepada PT. X sebesar Rp 2.500.000 dengan
                            dengan no faktur 010.
 
 4. TUGAS BAGIAN ORDER PENJUALAN 
       a) Menerima order dari pembeli yang datang langsung ke tempat penjual (toko).
       b) Mengisi formulir faktur (nota) penjualan tunai rangkap 3(tiga).
            Lembar 1, diserahkan kepada pembeli untuk dibawa kekasa saat membayar
            Lembar 2, diserahkan kepada bagian gudang untuk kepentingan penyediaan barang yang akan]
                             diserahkan pembeli.
            Lembar 3, diarsipkan di bagian order penjualan menurut no urut faktur.
     
     TUGAS BAGIAN KASA
      a) Menerima faktur penjualan tunai lembar 1 dari pembeli.
      b) Menerima uang dari pembeli untuk pembayaran faktur yang bersangkutan.
      c) Menyerahkan faktur yang telah dicap lunas beserta pita kas register kepada pembelin untuk
          kepentingan pengambilan barang dibagian pembungkus (penyerahan) barang.

     TUGAS BAGIAN GUDANG
      a) Menerima faktur penjualan tunai lembar 2 dari bagian order penjualan .
      b) Menyiapkan barang sesuai dengan yang tercantum dalam faktur.
      c) Mencatat kuantitas barang yang tercantum dalam faktur dalam kartu gudang.
      d) Menyerahkan faktur lembar 2 dan barang yang bersangkutan kepada bagian pembungkus.

 5.      Pengelolaan Order penjualan pada PT. Floborn Pontianak adl sebagai berikut
     pada tanggal 30 maret 2011 PT. Floborn pontianak mendapat order penjualan berupa peralatan kantor
     dari pelanggan yang ingin membeli secara tunai. Peralatan kantor akan disediakan bagian order penjualan
     kemudian bagian order akan menyerahkan peralatan kantor kebagian gudang dan setelah bagian gudang
     membungkus dan menyediakan barang yang dipesan kemudian diserahkan kebagian pengiriman, setelah 
     bagian pengiriman akan mengirimkan barang pada pelanggan, kemudian bagian kasa/kasir akan menagih
     uang sesuai dengan harga barang yang dipesan.
    

Senin, 28 Februari 2011

kelompok A

SMK ABDI AGAPE


TUGAS KELOMPOK MOP
MENGELOLA ORDER PENJUALAN

KETUA: FRANSISKA
SEKRETARIS: CHERLIE CAPRIATY
ANGGOTA:
ACU
DESY ASNAWATI
ERNI DIANA
IKA AGUSTIN KURNIA PUTRI
JULITA. S
LIDIA UTAMI
SILVIANA
SINTIA ALEX CANDRA
VANI OKTAVIA
VENY
VIVIANA PURNAMA
WENNY FERNANDA
YESI
YULIANA







PERGERTIAN ORDER PENJUALAN
Maju mundurnya suatu perusahaan banyak di pengaruhi oleh dapat tidaknya perusahaan itu menjual produk yang di pasarkannya. Oleh karena itu kegiatan penjualan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pencapaian target penjualan yang telah di tetapakan. kegiTn penjualan akan di awali denga adanyaorder atau pesanan dari pihak pembeli yang di terima oleh bagian order penjualan. Kegitan penjualan perusahaan dapat di lakukan secara tunai ataupun secara kredit. Transaksi penjualan tunai akan mengakibatkan adanya penyerahan barang dagangan kepada pembeli dan akan menimbulkan adanya penerimaan kas dari pembeli. Transaksi penjualan kredit akan mengakibatkan adanya penyerahan barang dagangan kepada pembeli dan akan menimbulkan adanya piutang kepada pembeli. Bagian order penjualan merupakan bagian yang pertama  menangani order dari pembeli baik secara tunai maupun secara kredit, karena itu perlu penanganan yang sebaik mungkin sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pembeli dan akan menjadi pelanggan tetap perusahaan.

PROSEDUR ORDER PENJUALAN
Dalam penanganan order penjualan pada suatu perusahaan di perlukan adanya prosedur yang digunakan sebagai pedoman. Prosedur adalah suatu urutan kegiatan administrasi yang melibatkan satu departemen atau lebihyang di buat untuk menjaminpenanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Kegiatan administrasi yang di maksudkan antara lain: menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih, dan memindahkan, serta membandingkan.
Prosedur sangat tergantung kepada jenis kegiatn perusahaan: jasa, dagang, atau industri dan juga besar kecilnya perusahaan. Selain itu juga, cara penjualan tunai atau kredit akan mempengaruhi prosedur yang di buat oleh suuatu perusahaan. Penanganan kegiatan penjualan bagi perusahaan dagang yang memiliki standar prosedur operasionalakan melibatkan organisasi sebagai berikut:
1.      Bagian Penjualan
·        Bagian Order Penjualan
·        Bagian Gudang
·        Bagian Pengiriman Barang
·        Bagian Penagih
2.      Bagian Kredit
3.      Bagian Kasir
4.      Bagian Akuntansi
·        Baian Piutang
·        Bagian Kartu persediaan
·        Bagian Jurnal



PENANGANAN ORDER PENJUALAN

Order dari pembeli yang masuk ke perusahaan akan ditangani lebih lanjut oleh Bagian Penjualan. Seperti nampak dalam flow charts diatas penanganan lebih lanjut order penjualan oleh bagian penjulan yaitu dibuatkannya Faktur Penjualan Tunai untuk penjualan tunai dan Surat Order Pengiriman untuk penjualan kredit. Untuk penjualan eceran, pembeli akan datang sendiri ke perusahaan (toko) dengan kegiatan memilih barang, membayar di kassa, dan membawa barang sendiri dengan dilayani oleh pramuniaga. Berbeda dengan penjualan partai besar (grosiran),biasa pembeli tidak datang ke perusahaan, tetapi cukup mengirimkan Surat Order Pembelian. Surat Order Pembelian dibuat oleh pembeli berdasarkan Surat Penawaran Harga yang telah disampaikan oleh pihak penjual terlebih dahulu. Jika yang diterima berupa Surat Order Pembelian, maka Bagian Order Pejualan sebelum sebelum meproses lebih lanjut, maka perlu meneliti surat order tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

    Keabsahan Surat Order Pembelian dengan melihat Nama, Logo, Cap Perusahaan dalam surat tersebut.
    Mencatat Surat Order yang masuk dalam Buku Daftar Pelanggan yang sangat diperlukan untuk penjualan kredit.
    Memperhatikan rencana pembayaran pelanggan, tunai atau kredit. Hal ini diperlukan untuk membuat bukti transaksi. Jika tunai akan dibuatkan Faktur penjualan Tunai, tepapi jika kredit akan dibuatkan Surat Order Pengiriman atau Faktur Penjulan Kredit tergantung prosedur yang dipakai
    Memeriksa nama barang, spesifikasi barang, jumlah dan harga barang untuk mempersiapkan barang apakah tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak.
    Tanggal barang tersebut diperlukan oleh pembeli. Hal ini menentukan kapan barang tersebut harus dikirimkan oleh Bagian Pengiriman.
    Syarat penyerahan barang yang diinginkan oleh pembeli. Apakah barang diserahkan ditempat penjual atau ditempat pembeli.
    Rute pengiriman yang dikehendaki oleh pembeli jika barang harus diserahkan ditempat pembeli.
    Apakah syarat pembayaran yang tercantum dalam Surat Order pembelian telah sesuai dengan syarat pembayaran yang diberikan oleh perusahaan pada saat menyampaikan Surat penawaran Harga.



Untuk lebih jelasnya perhatikan Surat Order Pembelian di bawah ini.

Contoh : Faktur PenjuaPENANGANAN ORDER PENJUALAN
Order dari pembeli yang masuk ke perusahaan akan ditangani lebih lanjut oleh Bagian Penjualan. Seperti nampak dalam flow charts diatas penanganan lebih lanjut order penjualan oleh bagian penjulan yaitu dibuatkannya Faktur Penjualan Tunai untuk penjualan tunai dan Surat Order Pengiriman untuk penjualan kredit. Untuk penjualan eceran, pembeli akan datang sendiri ke perusahaan (toko) dengan kegiatan memilih barang, membayar di kassa, dan membawa barang sendiri dengan dilayani oleh pramuniaga. Berbeda dengan penjualan partai besar (grosiran),biasa pembeli tidak datang ke perusahaan, tetapi cukup mengirimkan Surat Order Pembelian. Surat Order Pembelian dibuat oleh pembeli berdasarkan Surat Penawaran Harga yang telah disampaikan oleh pihak penjual terlebih dahulu. Jika yang diterima berupa Surat Order Pembelian, maka Bagian Order Pejualan sebelum sebelum meproses lebih lanjut, maka perlu meneliti surat order tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • Keabsahan Surat Order Pembelian dengan melihat Nama, Logo, Cap Perusahaan dalam surat tersebut.
  • Mencatat Surat Order yang masuk dalam Buku Daftar Pelanggan yang sangat diperlukan untuk penjualan kredit.
  • Memperhatikan rencana pembayaran pelanggan, tunai atau kredit. Hal ini diperlukan untuk membuat bukti transaksi. Jika tunai akan dibuatkan Faktur penjualan Tunai, tepapi jika kredit akan dibuatkan Surat Order Pengiriman atau Faktur Penjulan Kredit tergantung prosedur yang dipakai











Memeriksa nama barang, spesifikasi barang, jumlah dan harga barang untuk mempersPENANGANAN ORDER PENJUALAN
Order dari pembeli yang masuk ke perusahaan akan ditangani lebih lanjut oleh Bagian Penjualan. Seperti nampak dalam flow charts diatas penanganan lebih lanjut order penjualan oleh bagian penjulan yaitu dibuatkannya Faktur Penjualan Tunai untuk penjualan tunai dan Surat Order Pengiriman untuk penjualan kredit. Untuk penjualan eceran, pembeli akan datang sendiri ke perusahaan (toko) dengan kegiatan memilih barang, membayar di kassa, dan membawa barang sendiri dengan dilayani oleh pramuniaga. Berbeda dengan penjualan partai besar (grosiran),biasa pembeli tidak datang ke perusahaan, tetapi cukup mengirimkan Surat Order Pembelian. Surat Order Pembelian dibuat oleh pembeli berdasarkan Surat Penawaran Harga yang telah disampaikan oleh pihak penjual terlebih dahulu. Jika yang diterima berupa Surat Order Pembelian, maka Bagian Order Pejualan sebelum sebelum meproses lebih lanjut, maka perlu meneliti surat order tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • Keabsahan Surat Order Pembelian dengan melihat Nama, Logo, Cap Perusahaan dalam surat tersebut.
  • Mencatat Surat Order yang masuk dalam Buku Daftar Pelanggan yang sangat diperlukan untuk penjualan kredit.
  • Memperhatikan rencana pembayaran pelanggan, tunai atau kredit. Hal ini diperlukan untuk membuat bukti transaksi. Jika tunai akan dibuatkan Faktur penjualan Tunai, tepapi jika kredit akan dibuatkan Surat Order Pengiriman atau Faktur Penjulan Kredit tergantung prosedur yang dipakai
  • Memeriksa nama barang, spesifikasi barang, jumlah dan harga barang untuk mempersiapkan barang apakah tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak.
  • Tanggal barang tersebut diperlukan oleh pembeli. Hal ini menentukan kapan barang tersebut harus dikirimkan oleh Bagian Pengiriman.
  • Syarat penyerahan barang yang diinginkan oleh pembeli. Apakah barang diserahkan ditempat penjual atau ditempat pembeli.
  • Rute pengiriman yang dikehendaki oleh pembeli jika barang harus diserahkan ditempat pembeli.
  • Apakah syarat pembayaran yang tercantum dalam Surat Order pembelian telah sesuai dengan syarat pembayaran yang diberikan oleh perusahaan pada saat menyampaikan Surat penawaran Harga.





Untuk lebih jelasnya perhatikan Surat Order Pembelian di bawah ini.
Description: 
http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/order_penjualan/Images/Penanganan_order_clip_image002.jpg
Contoh : Faktur Penjualan
Description: 
http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/order_penjualan/Images/Penanganan_order_clip_image002_0000.jpg
  • Siapkan barang apakah tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak.
  • Tanggal barang tersebut diperlukan oleh pembeli. Hal ini menentukan kapan barang tersebut harus dikirimkan oleh Bagian Pengiriman.
  • Syarat penyerahan barang yang diinginkan oleh pembeli. Apakah barang diserahkan ditempat penjual atau ditempat pembeli.
  • Rute pengiriman yang dikehendaki oleh pembeli jika barang harus diserahkan ditempat pembeli.
  • Apakah syarat pembayaran yang tercantum dalam Surat Order pembelian telah sesuai dengan syarat pembayaran yang diberikan oleh perusahaan pada saat menyampaikan Surat penawaran Harga.
Untuk lebih jelasnya perhatikan Surat Order Pembelian di bawah ini.
Description: 
http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/order_penjualan/Images/Penanganan_order_clip_image002.jpg







Contoh : Faktur Penjualan
Description: 
http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/order_penjualan/Images/Penanganan_order_clip_image002_0000.jpg

BACK ORDER
Yang dimaksud dengan back order adalah jumlah sebagian pesanan dari pembeli yang tidak dapat dipenuhi penjual pada waktu yang diminta oleh pembeli. Dengan kata lain back order merupakan sisa pesanan barang dari pembeli yang dikirim kemudian setelah tanggal yang ditentukan berdasarkan persetujuan pihak pembeli. Back order terjadi karena disebabkan jumlah barang yang tersedia lebih sedikit dari jumlah pesanan yang diminta oleh pembeli sehingga terjadi kekurangan barang. Jika terdapat back order, maka perusahaan akan mengirimkan surat back order kepada pembeli sebagai pemberitahuan dan konfirmasi untuk kekurangan barang yang belum bisa dipenuhi. Bentuk surat back order sebagai berikut :






Contoh Back Order :
Description: 
http://118.98.173.102/web2008/_smk/akuntansi/order_penjualan/Back_order_clip_image002.jpg
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam pengelolaan back order, misalnya seperti pada contoh berikut ini.
PT. Garuda pada tanggal 12 Juni 2008 menerima order penjualan sebanyak 1.400 unit barang yang harus dikirim tanggal 20 Juni 2008. Pada tanggal 20 Juni 2008, perusahaan hanya memiliki barang sebanyak 1.200 unit. Untuk sisanya sebanyak 200 unit berdasarkan persetujuan pembeli akan dikirim tanggal 28 Juni 2008. Dari data tersebut yang dimaksud dengan back order adalah untuk barang sejumlah 200 unit.
Cara pengelolaan back order tersebut sebagai berikut :
  • Bagian Order Penjulan pada tanggal 20 Juni 2008 membuat Surat Order Pengiriman, untu pesanan yang dipenuhi sebanyak 1.200 unit dan mendistribusikannya kepada bagian-bagian yang terkait. Tetapi dalam hal ini Bagian Penagihan belum membuat Faktur Pejualan.
  • Bagian Order Penjualan pada tanggal 28 Juni 2008 membuat Surat Order Pengiriman, untuk 200 unit barang sisa yang belum terpenuhi pada tanggal 20 Juni 2008 dan mendistribusikannya kepada bagian yang tekait.
  • Bagian Penagihan membuat Faktur Penjualan setelah mendapat pemberitahuan dari Bagian Order Penjualan bahwa pesanan tersebut telah dikirim seluruhnya.

Ika Agustin

Nama  : Ika Agustin
Jenis Kelamin : Perempuan
Lokasi   : Pontianak : Kalbar : Indonesia